Senin, 05 Oktober 2009

comment untuk idul fitri: mensucikan predikat dan mempertahankannya

sungguh merupakan anugrah bahwa kita umat muslim dibukakan pintu ampunan yang seluas-luasnya. sungguh merupakan anugrah bahwa kita semua memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh nikmat itu. namun tetap saja ada keraguan di hati ku mana kala bulan penuh ampunan itu tiba.apakah aku benar-benar pantas merengkuh nikmatnya ramadhan sementara aku dosaku..bahkan aku sendiri tidak tahu berapa banyak dosa ku. namun aku juga merasa senang karena dibulan itulah aku merasa mendapatkan kesempatan ke dua. pernah terpikir bagaimana jika aku selalu terjerumus dalam gelapnya dosa tanpa ada sedikit cahaya yang menerangi langkah ku.
kini setelah bulan itu berlalu dan semua orang merayakan "kemenangannya" dan sampai sekarang pun aku masih dapat merasakan hangatnya ramadhan. namun timbul lagi keraguan di dalam hatiku. apakah aku benar-benar "menang"? aku takut aku tidak termasuk di dalam golongan pemenang itu. aku juga takut tidak akan bisa lagi bertemu dengannya sehingga aku merasa kehilangan kesempatan. jika pak marsigit menyebut aku sebagai salah satu subject dan sifat - sifat ku adalah predikatku...maka aku adalah subject yang mempunyai banyak sekali predikat.lalu diantara sekian banyak predikat uang ku miliki, predikat manakah yang memperoleh kemenangan itu? bahkan aku sendiri juga bingung dalam menterjemahkan kata subject untuk diriku sendiri...aku ini subject yang mana? karna di dalam diriku juga terdapat banyak subjek. anak, guru, bawahan, mahasiswi,... so?
Mudah-mudahan Allah SWT mengampuni semua dosa ku. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar