Jumat, 18 Desember 2009

Bahasa Sehat dan Bahasa Sakit

Bahasa merupakan suatu symbol yang kita gunakan dalam menyampaikan ide/pikiran kita. Tanpa bahasa kita mungkin akan kesulitan dalam memahami maksud, tujuan, keinginan orang lain. Selain itu kita juga tidak akan mampu nenyampaikan apa yang kita inginkan, harapkan, maksudkan pada orang lain. Dalam penggunaanya, kita tentunya harus memperhatikan kaidah-kaidah ataupun aturan-aturan yang telah disepakati bersama atau yang dalam bahasa Indonesia kita kenal dengan “EYD”
Seiring dengan berjalannya waktu, bahasa mengalami bannyak sekali perubahan/ perkembangan. Hal ini dikarenakan kebutuhan manusia akan bahasa itu juga berkembang. Manusiapun semakin lama semakin pandai dalam memodifikasi bahasa sehinga mucullah bahasa – bahasa yang menurut telinga kita aneh namun mempunyai makna berterima. Orang pun dapat menggunakan bahasa sebagai suatu lelucon yang menggelikan namun tetap kita bisa menerimanya dengan baik. Lihat saja seorang pelawak yang mengatakan “kita harus ikut berpartisiapi dalam pembangunan.” Dilihat dari segi kebahasaan, kita tidak dapat menemukan kata “berpartisisapi”, namun kita tahu bahwa kata itu mempunyai arti yang sama dengan “berpartisipasi”. Selain fakta tersebut, dalam kehidupan sehari-hari kita sering kita jumpai satu lagi bahasa yang katanya merupakan tren masa kini yaitu “bahasa gaul”. Bahasa ini sering sekali digunakan oleh anak muda jaman sekarang dalam pergaulan sehari-hari mereka. bahasa yang katanya baru manun sebenarnya hanya menrupakan bahasa yang “dimodifikasi” sehingga membentuk suatu bahasa baru yang sedikit membingungkan tentunya bagi mereka yang tidak mengetahui polanya. Mungkinkah ini yang dimaksud dengan bahasa sakit karena bahasa gaul ataupun plesetan-plesetan ini menyalahi aturan-aturan yang telah ditetapkan. Sedangkan para penggunanya, karena mereka sengaja menyimpang dari kaidah yang telah ditetapkan maka dapat kita sebut sebagai orang yang “sakit.” Betapa tidak, mereka yang sakit berarti di dalam tubuhnya terdapat virus yang merusak jaringan dalam tubuhnya sehingga tubuhnya tidak dapat bekerja dengan normal. Dalam kaitannya dengan bahasa, virus tersebut berupa tata bahasa yang melenceng dari aturan yang telah ditetapkan. Oleh sebab itu, bahasa yang melenceng dari aturan-aturan yang telah ditetapkan sebagai bahasa sakit dan mereka yang menggunakan bahasa tersebut adalah mereka yang pola pikirnya telah terjangkit virus bahasa itu, sehingga kita dapat menyebut mereka sebagai orang sakit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar