Dalam hidupku tak pernah semuanya berjalan dengan sempurna. Pasti selalu ada kekurangan dan ketidak puasan dalam diriku. Namun aku selalu mensyukurinya karena dalam ketidaksempurnaan itulah aku memperoleh kesempurnaanku. Itulah yang selalu aku katakan pada diriku sendiri. Namun pada suatu ketika aku bertemu dengan seseorang yang dari kisah hidupnya ku tahu ada sesuatu yang disebut dengan kesalahan tertinggi dalam hidup. Ceritanya berawal dari pertemuanku dengannya yang tidak pernah kuduga. Dia begitu kurus. Matanya yang sayu menunjukkan bahwa ia sedang menderita sakit. Yang selanjutnya ku tahu bahwa HIV telah merusak tubuhnya dan hanya waktu yang tahu kapan hidupnya akan berakhir. Dia lalu bercerita tentang awal dari kehancurannya. Semua indah pada awalnya. Dia memiliki semua yang mungkin kebanyakan orang inginkan. Keluarga yang bahagia, materi yang mencukupi dan kehidupan yang sangatlah sempurna menurut pengliharanku. Entah kapan petaka itu datang dalam kehidupannya. Semua kesempurnaan yang kupikir ada dalam genggamannya ternyata hanyalah kesempurnaan semu. Dia tidak benar-benar bahagia…semua yang ia miliki ternyata tak mampu membuatnya bahagia. Dia selalu merasa kesepian..ia selalu merasa sendiri…sampai ia bertemu dengan narkoba yang dia pikir adalah sahabat terbaiknya. Setelah cukup lama bersahabat denganya, tiba-tiba dia jatuh saklit…sakit ringan dia pikir, tapi tak kunjung sembuh. Sampai akhirnya dia mengetahui bahwa darahnya telah kotor. Penyesalan demi penyesalan menghantui hidupnya. Dia menangis sejadi-jadinya sembari berteriak-teriak…hidupku hancur…! Tak ada harapan lagi…! Aku sudah tak ingin hidup lagi…! Baik aku mati saja…!
Astaghfirullah hal adzim... aku tak dapat menahan diri ku lagi. Lalu aku berteriak padanya “Siapa kamu berani menentukan hidup dan mati! Kita bukanlah siapa-siapa. Kita hanya sebutir debu yang diterbangkan angin. Kita tak punya kekuatan untuk menentang takdir-Nya. Kau bilang hidupmu sudah hancur dan tak ada harapan lagi…kamu pikir kamu yang mempunyai kuasa penuh atas dirimu?! Tidak! Kita masih punya Tuhan yang mempunyai kusa atas diri kita. Keputusasaanmu itulah yang telah menghancurkan dirimu sendiri! Maka segeralah kamu bersujud dan memohon ampun pada-Nya!…bertaubatlah karna hanya Dia lah yang dapat memberikan terang dalam hidupmu. Karena hanya Dialah tempat mu memohon. Karena Dia lah tempat mu kembali. Raihlah cinta-Nya karena cinta itu yang akan memberikan kedamaian dalam hatimu… ingatlah bahwa Allah SWT tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan mahluknya. Jika Ia memberikan suatu cobaan yakinlah bahwa Ia pasti juga akan memberikan jalan keluarnya untukmu. Dia hanya ingin mengetahui seberapa besar kamu percaya padaNya, seberapa besar iman yang kau punya untukNya. Seharusnya kamu merasa bahagia karena melalui cobaan ini kamu akan mengetahui bahwa Allah sangat menyayangi mu. Dia ingin kau selalu ingat padaNya.
Dia tertunduk membisu….
Ya Allah…ampunilah aku…ampunilah aku…ampunilah aku…lindungilah aku dari hal-hal yang dapat membutakan mata ku juga hatiku. Lindungilah aku dari hal-hal yang dapat membuat ku terperosok dalam kegelapan mutlak dan membuat tanganku tak mampu meraih cinta dan cahaya Mu. Ya Allah hanya padaMu lah aku memohon… perkenankanlah permohonanku ini ya Allah….Amin…
Ass..coba pikirkan kesalahan tertinggi dengan unsur-unsurnya berdimensi, sumber-sumbernya, bertaraf, berhakekat, beretik dan bersetetika, dan berspiritual.
BalasHapus